Anemia berdampak buruk pada peningkatan kematian ibu dan bayi. Selain itu, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan perdarahan sebelum dan pada saat melahirkan, keguguran, kelahiran bayi prematur Sementara itu, penelitian Pusponegoro dan Anemia World Map pada waktu yang sama menyebutkan 51% wanita hamil menderita anemia sehingga menyebabkan kematian hingga 300 jiwa perhari (Profil Kesehatan DIY, 2016). Penyebab paling besar anemia pada ibu hamil adalah anemia karena kekurangan zat besi. Kesimpulan ialah ada hubungan antara asupan protein, zat besi, vitamin C, asam folat, konsumsi TTD dengan anemia ibu hamil dan tidak ada hubungan antara asupan vitamin B6, vitamin B12, vitamin E dengan anemia ibu hamil. Kata Kunci : Anemia Ibu Hamil, Asupan Zat Gizi, Konsumsi TTD Kepustakaan : 138 (2005-2022) Berdasarkan hasil SOP Baru dan pembahasan pada laporan ini dapat disimpulkan tatalaksana penanganan anemia pada ibu hamil pada pemberian TTD ditambah dengan asam folat, karena kandungan dalam asam folat baik untuk pembentukan sel dan sistem saraf termasuk sel darah merah. Sehingga dapat mempercepat penanganan anemia pada ibu hamil. II. Saran. a. Anemia pada ibu hamil sebagian besar dikarenakan kurangnya zat besi dengan kadar Hb kurang dari 11mg/dl. Kebutuhan zat besi pada ibu hamil sebesar 1.190mg/dl zat besi untuk mempertahankan kehamilan dan proses persalinan. Pada ibu hamil yang mengalami keadaan kekurangan zat besi ini anemia pada ibu nifas. Sedangkan pada tahun 2016 jumlah ibu bersalin sebanyak 2.404 ibu bersalin dan 262 kasus (10. 8%) diantaranya ibu mengalami anemia pada ibu nifas. Komplikasi yang terjadi diantaranya adalah infeksi 5 kasus (1.9%), sub involusi uterus sebanyak 28 kasus (10.7%). Kasus anemia lebih tinggi bila dibandingkan sPJrJM.

kesimpulan anemia pada ibu hamil