Disadurdari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 4 Februa ri 201 5 Baca: Amsal 16:1-33 " Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN." Amsal 16:20 Jika kita merespons firman Tuhan dengan benar, kuasa firman-Nya akan bekerja di dalam kita: mengubah, memperbaharui, memulihkan dan
Brahman(Dewanagari: ब्रह्म) adalah penguasa tertinggi dalam konsep ketuhanan. Brahman bersifat kekal, imanen, tak terbatas, tak berawal dan tak berakhir juga menguasai segala bentuk,ruang, waktu, energi serta jagat raya dan segala isi yang ada didalamnya. Pemahaman Tuhan Dalam Hindu. Disebut dengan Brahman sebegai zat / Ruh yang utama.
Keduanyapenting, sebab Tuhan tidak suka orang malas Ams 6:6. Kita bisa menerima semua berkat Tuhan yang sudah tersedia (Mat 6:32) asal tidak malas jasmani dan rohani. Malas rohani adalah tidak mau menumbuhkan iman yang cukup untuk mengambil segala janji2 bekat yang sudah disediakan Tuhan. Janji Tuhan cukup limpah, lebih dari kebutuhan
JANGAN KUATIR: Tuhan Memelihara Kita* *"Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?" Lukas 12:25* Adalah bohong jika ada orang yang berkata,
Kemudian ketika sungai itu kering, Tuhan memerintahkan Elia untuk pergi ke Sarfat, negeri Sidon, untuk memelihara hidupnya, melalui seorang janda di kota itu. Elia kembali menaati Tuhan. Ia pergi ke Sidon. Dan melalui mujizatNya, Tuhan memelihara hidup Elia lewat seorang janda miskin yang sedang sekarat, bukan lewat orang kaya! (1 Raja-raja 17).
BudidayaTanaman Sirih Penyiapan Lahan Lahan yang akan ditanami sirih dibersihkan dari gulma dan batu-batuan, dicangkul dengan kedalaman olah 20 cm. Setelah diolah, dibuat bedengan, kemudian dibuat lubang tanam dengan ukuran 80 cm x 40 cm x 60 cm. Jarak tanam 2 m x 2 m atau 2,5 m x 2,5 m.
azjLD. Allah memelihara kita. Dia memampukan kita untuk bekerja dan menabung untuk masa depan, dan Dia menyediakan kebutuhan kita saat persediaan kita menjadi langka. Seperti yang diajarkan oleh kitab-kitab hikmat, Allah menyediakan bagi kita masa-masa kelimpahan sehingga kita bisa bersiap-siap untuk masa-masa paceklik Ams. 1211.
Oleh Pdt. Yusak Timothy, Pendahuluan Harapan saya seusai mendaras tulisan ini Ia bisa lebih lagi mengenal Allah yang berdaulat dalam pemeliharaan-Nya terhadap barang apa ciptaan sekali lagi umat sortiran-Nya. Karena sepengetahuan saya selama puluhan musim ini, providensia Allah yakni semua hal yang baik yang dialami manusia bagaikan ciptaan Almalik, sudah terujikah pendapat ini atau belum ? Momen inilah waktunya untuk mencari jawaban nan tepat melalui tulisan ini. 1. SAKIT DAN CACAT. Jika Allah “bekerja dalam segala sesuatu yang terjadi di dunia dan mengacungkan segala situasi kepada harapan yang ditetapkan-Nya, dan jika ajaran tentang penjagaan berhubungan dempang dengan ajaran tentang penciptaan serta menyatakan bahwa Allah selain dalam proteksi-Nya juga senantiasa mempertahankan, memperbaharui dan mengaturnya.”1 Adv amat bagaimana dapat terjadi hal-hal yang buruk atas diri bani adam yang diciptakan-Nya, sama dengan sakit, rendah, korban kejahatan, aniaya, kematian dan enggak-lain. Bila peristiwa – hal tersebut menjangkiti manusia, bolehkah manusia meragukan pemeliharaan Allah atas diri mereka ? “Kisah Bea cukai Logsdon nan menderita penyakit kanker jenis langka dan rasa nyeri menggerogoti badannya selama 9 musim lamanya sekali lagi rasa sakit di telinganya seperti deru mesin pesawat yang tak pernah berhenti siang dan malam yang menyebabkan kamu intim tak bisa tidur, hingga terlintas di pikirannya untuk basmi diri, makanya sebab engkau tak lagi boleh tahan terhadap sakitnya itu dan akhirnya ia menghembuskan nafasnya karena problem tersebut terus menggerogotinya.”2 “Kisah seorang bayi yang dilahirkan karena kurang zat makanan saat privat perut ibunya, menyebabkan anda sehabis lahir ketika berusia 8 wulan sering merangsang janjang yang berdampak ia menderita epilepsi. Ternyata ki aib tersebut mendampinginya hingga ia bertumbuh menjadi sendiri remaja di tahun 1972 dan perian itu ia berkesempatan mengunjungi sebuah pos Sekolah Pekan atas ajakan seorang kongsi. 4 tahun kemudian remaja tersebut yang mutakadim bertumbuh menjadi pemuda diberikan kembali kesempatan makanya Tuhan Yesus bikin mengajuk sebuah retreat/camp pemuda di Cipanas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemuda dari gereja dimana ia cerbak beribadah setiap minggunya. Plong camp perjaka inilah kesudahannya sang pemuda tersebut mengamini Halikuljabbar Yesus Kristus misal Juruselamat dan Allah internal hatinya, tapi Roh kudus menggerakkannya tidak karena khotbah pembicara melainkan dikarenakan pembacaan satu ayat Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab yaitu Matius 1231b, “Segala dosa dan fitnah cucu adam akan diampuni, tetapi hujat kepada Roh kudus tidak akan diampuni.” Singkat introduksi setelah perjaka tersebut menjadi insan Kristen terus berperang intern doanya di hadapan Almalik Yesus akan penyakit epilepsi ini, akhirnya penyakit pitam babi ini dijamah maka itu Tuhan Yesus sesudah bergelut 22 tahun lamanya. Kisahnya adalah saat tahun 1996 sang pemuda yang mutakadim berfamili ini mengikuti kebaktian doa pagi secara tetap setiap pagi di gereja tempat ia beribadah, dalam puji-pujian pagi ini bukan lagi ia mendoakan penyakitnya / kejadian-kejadian pribadi tapi ia kian mengfokuskan untuk menzikirkan orang lain seperti kegiatan gereja, negara kembali peladenan dan bilamana itulah sesuai Roma 828 mendatangkan kebaikan bakal dia malah tahun 2000 sesudah keadaan kesembuhan itu TUHAN bingkis dia ke Sekolah Teologi untuk diperlengkapi.3 Belumlah patut sekiranya cerita berikut tidak diikut sertakan, karena kisah ini koneksi dialami oleh keluarga Fred dan Wendy. Mengisahkan putrinya yang bernama Jaime yang menderita keterbelakangan mental sejak lahir dan setakat engkau berusia 19 masa pun belum kunjung sembuh, suatu musim saat ibunya, Wendy, menyatakan dengan lembut pada Jaime putrinya “Ibu sayang kamu” , lalu esoknya ia meninggal dengan antap ketika ia menengah tidur. “4 Berasal ketiga keadaan tersebut, sebagai anak adam yang terbatas saat menghadapi kejadian di atas, seringkali terungkap berpangkal hati yang terdalam, mengapa saya/kami dan tak sira ? Saya kan sosok baik-baik, mengapa lain perampas / penyamun nan rajin keluar/ikut kurungan itu ? Mengapa harus saya ? Namun herannya saat kamu diberkati dengan luar formal, tak perikatan dia bertanya seperti saat beliau mengalami kejadian buruk melainkan dengan egoisnya ia berkata ” sudah seharusnya saya dan keluarga dan tak dia yang diberkati, saya teko orang baik-baik, saya kan sosok yang cinta Tuhan” dan tidak wasilah ada manusia yang mau menerima hal-hal yang buruk, sepatutnya kita bercermin pada Ayub nan bernas mengatakan “Halikuljabbar yang memberi, Allah yang mencekit, terpujilah Sang pencipta.” Ayub 121b. Ayub memberikan ungkapan di atas karena ia memiliki signifikasi nan dimiliki Agustinus juga “bahwa segala sesuatu dipelihara dan diperintah oleh niat Allah yang berdaulat, bijaksana, dan bermaksud baik.”5 Jika apa sesuatu dipelihara dan diperintah oleh kehendak Allah yang berdaulat, bijaksana, dan bermaksud baik, segala apa yang menyebabkan masih banyak umat Kristiani yang mengeluh dan bersungut-sungut seperti umat Israel di padang padang pasir, supaya sudah diberikan manna dan daging puyuh ? 2. MAKNA MEMEMUHI KEPERLUANMU. Ayat ini amat digemari banyak umat Kristiani di banyak tempat “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” .Fil. 419. Namun banyak umat Kristiani ada yang mengalami juga ada yang tak mengalami ayat tersebut di atas. Bagi yang tak mengalami perlu introspeksi tentunya, terserah atau bukan fragmen yang belum kita bikin kerumahtanggaan hidup ini ? TUHAN selalu menepati taki puas umat-Nya seperti Ia memelihara umat Israel di padang gurun, 40 waktu kasut dan pakaian mereka tak pernah rusak. Ul 295 karena Allah lain sangkut-paut membiarkan dan pergi mereka Ibr 135b malar-malar raja Daud di tahun tuanya berkata “Dahulu aku cukup umur, saat ini sudah lalu menjadi tua, semata-mata tidak pernah kulihat orang bermoral ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-mohon roti” Mazmur 3725.Sepanjang lebih berasal 40 tahun saya menjadi Kristen, saya selalu dipelihara TUHAN dan tak pernah IA tinggalkan saya, adakalanya memang saya merasakan se-akan-akan TUHAN tinggalkan, hingga saya tidak mengalami janji Firman di atas, begitu saya duduk tenang dan introspeksi rupanya ada kesalahan yang sudah saya lakukan, meski saya masih melayani di Gereja namun, sikap saya terhadap Yang mahakuasa suka-suka yang kurang berkenan pada tahun itu. Begitu saya membetulkan sikap yang kurang berkenan tersebut, TUHAN buru-buru buka jalan dan asian-Nya. Saya dibesarkan dalam batih apa adanya, namun berkat dan pemeliharaan Allah selalu mencukupi kebutuhan setiap bulannya, kadangkala Halikuljabbar memberkati saya lewat darah dan kemampuan yang Tuhan karuniakan plong diri saya, ibarat ideal setiap tahun 2 x selalu ada moment masa raya orang Tionghoa, dan saya dimampukan bisa menjual kue tahun raya tersebut dan mencukupi saya melewati kebutuhan sehari-masa saya dan kadang ada pasangan di gereja nan akan menikah tapi tidak mau repot, saya bantu mereka urus Catatan Sipil ijab kabul mereka dan dari danau saya terima biaya pengganti lejar dan ongkos saya sekadarnya dan boleh menerobos hari selama 20 periode setakat saya menyerahkan diri menjadi hamba-Nya secara purna musim. “Setelah selesai dengan ciptaan-Nya nan mula-mula, Tuhan melanjutkan dengan membudidayakan ciptaan-Nya internal dan menerobos proses-proses kehidupan nan dibangun-Nya di internal ciptaan tersebut. Biar proses-proses itu beroperasi seorang, mereka masih bergantung senantiasa puas pemeliharaan Almalik. Pada tingkat ini Tuhan membiarkan hujan turun atas khalayak-individu nan benar maupun yang tidak moralistis. Dalam situasi-hal yang terjadi dengan teratur dan teguh ini pun ada arti teologisnya, karena Sang pencipta bekerja melaluinya lakukan mengirimkan cucu adam-orang kepada pertobatan dan persemakmuran dengan diri-Nya”6 Misal sosok terbatas kadang rekata kita nanang, kalau saya lakukan ini dan itu akan mengagungkan TUHAN tentunya, akhir-akhir ini saya diingatkan akan kisah Gideon, yang cundang musuhnya Midian namun dengan bala 300 anak adam sahaja dapat cundang puluhan ribu orang. Jauh lebih baik mengikuti maunya TUHAN yang tak pernah salah terbit pada segala apa nan kita pikirkan dan banyak salahnya. Sejak di Perjanjian Lama, Ulangan 155-6, Tuhan sudah berpetaruh, dengar-dengaran proporsional Almalik “Asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara Sang pencipta, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada waktu ini” “Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, cuma engkau koteng tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak nasion, semata-mata mereka tidak akan menguasai engkau.” AMIN. 1 Bruce Milne, Mengenal Kebenaran, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 2000 hlm. 115. 2 Luis Palau, Dimanakah Allah Momen Peristiwa Buruk Terjadi ? Bandung, LLB- 2001, hlm. 131-132. 3 Yusak Timothy, kesaksian, Jakarta, Bulletin GKJMB No. 8, April 2000, hlm. 21,24. 4 Luis Palau, “Dimanakah Allah ketika peritiwa buruk terjadi,” Bandung, Tulangtulangan Literatur Baptis, 1999, hlm. 55 5 Louis Berkhof, Doktrin ALLAH, Jakarta, Bagan Reformed Injili Indonesia, 1993, hlm. 312 6 William Dyrness, Tema-tema intern Teologi Perjanjian Lama Malang, Yayasan Penerbit Gandum Mas – 2001, hlm. 58-59.
PEMELIHARAAN Tuhan bagi Umat-Nya Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena Tuhan bukan hanya Sang Pencipta, tapi juga Sang Pemelihara kehidupan. Sahabat, menjalani kehidupan yang penuh hambatan, keterbatasan, tantangan dan bahaya seperti saat ini, kita berjalan bak seorang bayi yang belum memiliki cukup kekuatan untuk melangkah. Kita membutuhkan tangan Tuhan yang selalu memegang tangan kita. Ketika kita meyakini tangan-Nya, kita akan berjalan tanpa rasa takut sebab Ia tidak akan membiarkan kita jatuh. Tuhan tidak saja mengajar kita untuk berjalan, Ia menuntun kita langkah demi langkah, memegang hidup kita, menjaga kita, dan membimbing kita agar selalu melangkah ke tempat yang aman. Berbicara mengenai pemeliharaan Tuhan, mari hari ini kita berefleksi dari kitab Mazmur 10512-22. Sahabat, Mazmur tersebut ditulis sebagai ingatan kolektif kepada orang-orang Israel sebagai bangsa yang kecil dan lemah. Namun, Tuhan masih menjaga dan memelihara mereka menjadi bangsa yang besar. Mazmur tersebut juga mengingatkan bangsa Israel agar menyadari bahwa mereka bukanlah siapa-siapa tanpa penjagaan dan pemeliharaan Tuhan ayat 12-15. Hal itu terlihat jelas melalui pengalaman hidup Yusuf yang penuh kepahitan dan penderitaan, namun Tuhan ubahkan pada waktu-Nya. Melalui Yusuf, Allah telah memelihara kelangsungan hidup sebuah keluarga kecil yang kelak menjadi bangsa yang besar sesuai janji-Nya kepada Abraham ayat 16-22.Sahabat, berdasarkan logika kita, mungkin berbagai peristiwa yang terjadi atas bangsa Israel bisa dianggap sebagai suatu kebetulan. Jika dilihat dari sisi iman yang selalu terarah kepada Tuhan, tidak ada istilah kebetulan, di balik setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup umat-Nya ada campur tangan Tuhan. Kita bisa melihat betapa luar biasa Tuhan memelihara umat-Nya, apa pun kondisinya. Apa yang mustahil bagi manusia menjadi mungkin bagi Allah. Misalnya, bencana alam atau rancangan jahat manusia dapat dibalikkan oleh Tuhan menjadi pengalaman rohani yang indah. Tidak ada satu pun kejahatan yang dapat menggagalkan rencana-Nya. Semuanya ada dalam kendali Allah. Ia memelihara hidup orang-orang yang apakah pengenalan kita akan Tuhan membuat kita melihat setiap peristiwa dari kacamata iman? Apakah kita merasa aman karena percaya ada Tuhan yang menjaga? Adakah kekhawatiran yang kita rasakan hari-hari ini sampai membuat kita mempertanyakan keberadaan Tuhan? Mari tanamkan dalam hati kita dalam-dalam, Ia adalah Allah yang berkuasa dan setia. Ia sanggup menjaga dan memelihara hidup umat-Nya. Karena itu, jangan pernah ragu untuk memercayakan hidup kita dalam pemeliharaan-Nya yang ajaib dan perlindungan-Nya yang penuh kasih. Ingatlah! Sahabat, dalam Mazmur 1830-35 Raja Daud menggambarkan pemeliharaan Tuhan itu sebagai kekuatan dan tuntunan yang selalu diberikan-Nya saat ia mulai kehilangan arah tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Topangan tangan-Nya selalu menguatkan kaki-kakinya seperti kaki rusa dan melompat di tempat yang terjal ayat 34. Seberat apa pun situasi di depan kita, mari percayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. Dialah yang akan menuntun dan menguatkan kaki-kaki iman kita sehingga kita dapat melewati terjalnya kehidupan ini dengan penuh sukacita. Maukah Sahabat dan saya maukah memercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan? Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. pg
20 cara tuhan memelihara kita